LKS

LARUTAN PENYANGGA/BUFFER

  1. Tujuan :

Siswa dapat

Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.

1. Mengidentifikasi sifat larutan penyangga melalui percobaan.

2. Membedakan larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa.

2. Dasar Teori

Larutan penyangga atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat. Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi.

Larutan penyangga mempunyai fungsi vital dalam tubuh manusia, penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini bisa dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4 dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa sebagai berikut:

HPO42-(aq) + H+(aq) → H2PO4(aq)

H2PO4(aq) + OH(aq) → HPO42-(aq) + H2O(l)

Adapun sistem penyangga utama dalam cairan luar sel (darah) adalah pasangan asam karbonat-bikarbonat (H2CO3-HCO3). Sistem ini bereaksi dengan asam dan basa sebagai berikut:

H2CO3(aq) + OH(aq) → HCO3(aq) + H2O(l)

HCO3(aq) + H+(aq) → H2CO3(aq)

Sistem penyangga di atas menjaga pH darah hampir konstan, yaitu sekitar 7,4.

Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:

  1. Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A), campuran ini menghasilkan

      larutan bersifat asam.

  1. Basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan

      bersifat basa.

Untuk menghitung larutan penyangga, maka bisa dilakukan dengan cara, di bawah ini,

  1. Larutan penyangga asam

Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:

[H+] = Ka x (a/g)

atau

pH = pKa – log a/g

dengan,

Ka = tetapan ionisasi asam lemah

a  = jumlah mol asam lemah

g  = jumlah mol basa konjugasi

  1. Larutan penyangga basa

Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion OH dalam suatu larutan dengan rumus berikut:

[OH] = Kb x (b/g)

atau

pOH = pKb – log b/g

dengan,

Kb = tetapan ionisasi basa lemah

b  = jumlah mol basa lemah

g  = jumlah mol asam konjugasi

III. Alat dan Bahan

  • Alat :
  1. Gelas beker 100 mL
  2. pH meter
  3. Pipet tetes
  4. Gelas ukur
  • Bahan :
  1. Larutan CH3COOH 0,1 M 25 mL
  2. Larutan CH3COONa 0,1 M 25 mL
  3. Larutan NaCl 0,1 M 40 mL
  4. Larutan NH3 0,1 M 25 mL
  5. Larutan NH4Cl 0,1 M 25 mL
  6. HCl 0,1 10 mL
  7. NaOH 0,1 M 10 mL
  8. Aquades

IV. Cara Kerja

  1. Ambil 25 mL larutan CH3COOH 0,1M dan 25 mL larutan CH3COONa 0,1 M.

      Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam gelas beker (larutan 1). Ukur pH

      menggunakan pH meter. Amati dan catat nilai pHnya.

  1. Ambil 40 mL larutan NaCl dan masukkan ke dalam gelas beker (larutan 2).

      Ukur pH menggunakan pH meter. Amati dan catat nilai pHnya.

  1. Ambil 25 mL larutan NH3 0,1 M dan 25 mL larutan NH4Cl 0,1 M . Campurkan

      kedua larutan tersebut ke dalam gelas beker (larutan 3). Ukur pH menggunakan

      pH meter. Amati dan catat nilai pHnya.

  1. Siapkan 3 buah gelas beker. Isi masing-masing dengan 10 mL laarutan 1,

      kemudian:

      – ke dalam gelas beker 1 tambahkan 1 mL HCl 0,1 M

      – ke dalam gelas beker 2 tambahkan 1 mL NaOH 0,1 M

      – ke dalam gelas beker 3 tambahkan 10 mL aquades

  1. Ukur pH pada masing-masing larutan menggunakan pH meter. Amati dan

      catat nilai pHnya.

V. Hasil Pengamatan

Larutan Nilai pH
Awal Setelah ditambah HCl Setelah ditambah NaOH Setelah ditambah aquades
Larutan 1        
Larutan 2        
Larutan 3      

 

VI. Pertanyaan

  1. Di antara larutan yang diuji, manakah yang bersifat sebagai larutan penyangga

      (buffer)?

  1. Simpulkan sifat-sifat larutan penyangga.

 

Tinggalkan Balasan