ARTIKEL

Pembelajaran Kimia Berbasis WEB

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik dan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara siswa  dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Pembelajaran kimia tidak lepas dari pengertian pembelajaran dan pengertian ilmu kimia itu sendiri.

Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan, sifat  dan perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan materi. Fenomena  perubahan ini dapat diamati lewat penjelasan teoritis dan deskripsi secara matematis ataupun perhitungan. Pelajaran ini sering dianggap pelajaran yang sulit oleh banyak  siswa dikarenakan konsep-konsep kimia yang begitu abstrak. Materi kimia menghendaki agar aspek makroskopik, mikroskopik dan simbolik dapat terintergrasi  secara menyeluruh. Jika dalam pembelajaran hanya mencodongkan satu aspek di atas  maka hanya akan membuat pelajaran kimia semakin sulit dipahami siswa. Hal ini mengharuskan siswa untuk membangun gambaran dari hal-hal yang tidak tampak pada pelajaran ini. Kenyataannya tidak semua siswa mudah dalam membangun imajinasinya sehingga siswa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menerima  dan memahami materi pelajaran kimia.

Dalam pembelajarannya guru harus dapat menciptakan inovasi baru dalam  pengajarannya yang bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami pelajaran  kimia. Penyampaian materi pelajaran dengan metode ceramah yang dilakukan oleh pendidik secara terus-menerus membuat siswa kurang termotivasi dan tertarik dalam menyerap materi pelajaran. Kurangnya media penunjang yang disediakan untuk  pokok bahasan struktur atom, sistem periodik dan ikatan kimia juga mempersulit  pemahaman peserta didik dalam menyerap ilmu pelajaran karena pokok bahasan  yang disampaikan oleh pendidik merupakan pokok bahasan yang lebih menekankan  pada aspek mikroskopis (invisibel) dan simbolik sehingga dibutuhkan sebuah media  yang dapat menggambarkan secara real. Salah satunya cara yang dapat digunakan adalah dengan media pembelajaran.

Dari pernyataan faktor-faktor yang didapat penggunaan media dirasa dibutuhkan dalam memberikan solusi untuk memecahkan masalah yang ditemukan. Media  pembelajaran sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran karena merupakan sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan. Sehingga dapat mencapai tujuan  pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Dari banyak macam-macam media pembelajaran web merupakan pilihan yang tepat digunakan. Media pembelajaran berbasis web adalah kumpulan halaman-halaman dalam internet yang telah didesain  secara terencana dan terpadu untuk digunakan kepentingan pembelajaran, dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat  berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Pemilihan web sebagai media pembelajaran dikarenakan media tersebut dapat memudahkan dalam pengembangan ke depan, selain itu web dapat dijalankan di banyak platform.

Pemilihan media pembelajaran web sendiri tidak terlepas dari pendapat Boulton & Trent (2008) yang mengatakan bahwa penggunaan media web di tingkat pendidikan dapat memberikan dukungan yang lebih baik untuk siswa yang kemampuannya kurang, meningkatkan respon keterlibatan siswa pada proses belajar mengajar, memberikan kesempatan percepatan (akselerasi) belajar bagi siswa yang cerdas dan berbakat, dan mengembangkan kemampuan belajar siswa secara mandiri melalui pengalaman belajar individual

Pemanfaatan web sebagai sumber belajar merupakan salah satu aplikasi e-learning yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Istilah e-learning dapat diartikan pembelajaran dengan menggunakan media atau bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Secara umum terdapat dua persepsi dasar  tentang e-learning yaitu electronic based dan internet based. Electronic based adalah  pembelajaran yang memanfaakan teknologi informasi dan komunikasi, terutama  perangkat yang berupa elektronik. Artinya, tidak harus internet, melainkan semua  perangkat elektronik seperti video, kaset, slide, dan sebagainya. Adapun internet  based adalah pembelajaran yang menggunakan fasilitas internet yang bersifat online.  Artinya, siswa mengakses materi pembelajaran tidak terbatas jarak, ruang, dan waktu, bisa di mana saja dan kapan saja. Pada proses e-learning, guru  dan siswa tidak perlu berada di tempat dan waktu yang sama untuk melakukan proses pembelajaran. Guru cukup mengupload bahan pembelajaran pada situs e-learning dan siswa dapat mempelajarinya dengan membuka situs e-learning tersebut di manapun.  E-learning tidak membutuhkan ruangan (tempat) yang luas sebagaimana ruang kelas konvensional.

Kelebihan e-learning menurut Bates dan Wulf seperti yang dikutip oleh Munir (2009: 174–176) antara lain:

1.  Meningkatkan interaksi pembelajaran.

Apabila dirancang dengan cermat, e-learning dapat meningkatkan kadar interaksi antara siswa dengan bahan pembelajaran, siswa dengan guru, dan antara sesama siswa. Hal ini berbeda dengan pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional,  tidak semua siswa dapat, berani, atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyan atau menyampaikan pendapat. Kesempatan untukmenyampaikan pendapat  atau bertanya pada pembelajaran konvensional sangat terbatas karena kesempatan  tersebut didominasi oleh siswa yang cepat tanggap dan tidak pemalu. Pada e-learning, siswa terpisah satu sama lain dan terpisah dari guru sehingga siswa lebih leluasa  untuk mengungkapkan pendapat dan mengajukan pertanyaan tanpa dicemooh, dikritik,  atau dilecehkan oleh siswa lain. Suasana pembelajaran seperti ini akan dapat mendorong siswa untuk meningkatkan kadar interaksinya dalam kegiatan pembelajaran, sehinga hasil belajar lebih optimal.

2. Mempermudah interaksi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja.

Mengingat sumber belajar yang bisa diakses oleh siswa melalui internet, maka siswa dapat mengakses sumber belajar di mana saja dan kapan saja. Adanya sumber belajar berupa soal-soal dengan umpan balik dan pembahasan dalam situs e-learning  memungkinkan siswa dapat berlatih soal kapanpun dan di manapun tanpa harus  menunggu sampai ada tatap muka di kelas. Siswa dapat segera mengetahui hasil pekerjaannya tanpa harus menunggu guru mengoreksi jawaban. Pembelajaran  semacam ini menghemat waktu dan tenaga, baik siswa maupun guru.

3. Memiliki jangkauan yang lebih luas.

Pembelajaran yang fleksibel dari sisi waktu dan tempat, maka jumlah siswa yang dapat dijangkau dalam kegiatan e-learning juga semakin banyak dan semakin  terbuka secara luas. Materi pembelajaran mudah diakses dengan tidak terbatas ruang dan waktu. Siapa saja, kapan saja, dan di mana saja seseorang dapat belajar melalui sumber belajar yang ada  di situs internet, tidak hanya di ruangan kelas namun bisa dilakukan di rumah, di tempat rekreasi, atau tempat lain yang memungkinkan akses internet. Dengan demikian, kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkannya.

4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.

Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai software yang  terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan pembelajaran e-learning. Penyempurnaan bahan pembelajaran dapat dilakukan secara berkala sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuan.

8 tanggapan untuk “ARTIKEL

  1. Mungkin bisa dibuat pola pembelajaran lain yang memudahkan pelajar daerah pedalaman. Atau kalo nggak bangun tower disana :v

Tinggalkan Balasan